
Universidad Estatal a Distancia
Respirasi Seluler (dengan plot)
Ukur CO2 yang dikeluarkan oleh benih yang diaktifkan atau tidak diaktifkan
- Laboratorium ultraconcurrent
- University & College
- High School
Informasi laboratorium
Ringkasan
Pengaturan laboratorium ini memungkinkan siswa untuk mengukur konsentrasi karbon dioksida di dalam ruang tertutup yang berisi benih dengan ukuran yang sama satu sama lain. Siswa dapat memilih antara kondisi percobaan yang berbeda: benih yang sebelumnya direndam dalam air suling atau dalam larutan asam asetat pada suhu kamar (24 ± 1)°C, atau benih yang tidak direndam (tidak diaktifkan).
Versi laboratorium ini
Versi laboratorium ini menampilkan plot di akhir setiap percobaan dan memungkinkan siswa mengunduh data dalam spreadsheet. Hal ini memungkinkan siswa untuk menganalisis hasilnya tanpa perlu mengumpulkan dan memplot datanya sendiri.
Ada versi laboratorium alternatif (Respirasi Seluler) yang plot dan datanya tidak tersedia. Dengan begitu, untuk menganalisis hasil dan mencapai kesimpulan yang tepat, siswa perlu mengumpulkan dan memplot sendiri data dari pembacaan sensor diskrit, serupa dengan cara mereka melakukannya di laboratorium praktik tradisional.
Pelepasan karbon dioksida dalam respirasi tumbuhan
Respirasi sel adalah salah satu fungsi vital yang dilakukan oleh semua sel, melalui pemecahan berbagai senyawa organik dan pelepasan energi yang diperlukan untuk proses lain.
Pertukaran gas pada tingkat makroskopis merupakan bukti adanya proses transformasi energi yang terjadi di dalam sel. Dengan adanya oksigen, karbon dioksida dilepaskan sebagai produk sampingan dari respirasi sel. Emisi karbon dioksida ini penting untuk memahami metabolisme makhluk hidup dan konsekuensinya terhadap ekosistem.
Aktivasi Benih
Imbibisi atau penyerapan air oleh benih merupakan proses penting untuk mengaktifkan metabolisme dan mematahkan dormansi, sehingga mempersiapkan benih untuk berkecambah. Fenomena ini terjadi dengan merendam benih dalam air atau larutan berair selama jangka waktu tertentu, misalnya perendaman dalam air suling atau asam asetat. Durasi dan kondisi imbibisi secara langsung memengaruhi aktivasi metabolisme benih, yang tercermin dalam laju pelepasan karbon dioksida selama proses respirasi sel. Tingkat metabolisme dapat bervariasi tergantung pada spesies dan kondisi imbibisi yang dipilih.
Eksperimen & Penyiapan
Alat percobaan ini dilengkapi dengan sensor gas karbon dioksida dan ruang kedap udara. Siswa memiliki pilihan untuk memilih dari tiga kondisi percobaan aktivasi benih yang telah dirinci sebelumnya.
Dalam semua percobaan, benih dari spesies yang sama dengan ukuran yang sama digunakan, sehingga memudahkan perbandingan hasil.
Tujuan Pembelajaran
- Memahami upaya ilmiah melalui pengembangan eksperimen terkontrol dan interpretasi data yang berkaitan dengan proses biologis.
- Mengaitkan pelepasan karbon dioksida dalam kondisi percobaan yang berbeda dengan respirasi sel, yang membedakan tingkat pengorganisasian materi.
- Mengidentifikasi respirasi sel sebagai karakteristik penting makhluk hidup dan memahami pentingnya transformasi energi yang menyertainya.
Apa yang dilakukan siswa
Mengoperasikan peralatan nyata dan menalar berdasarkan hasil pengukuran.
- Jenjang yang direkomendasikan
- University & College, High School
- Model akses umum
- Laboratorium ultraconcurrent
- Dapat digunakan di
- Browser web modern pada komputer sekolah, universitas, dan rumah.
- Penggunaan dalam pengajaran
- Cocok untuk tugas, demonstrasi, aktivitas yang terhubung ke LMS, dan praktikum jarak jauh.
Eksperimen yang tersedia
Gunakan laboratorium nyata dari browser.
Respirasi Seluler (dengan plot) tersedia melalui titik akses laboratorium utama.